Jejak Petualangan di Sebuah Pulau dengan berjuta pesona
Akan selalu rindu untuk kembali dan menjejakkan langkah-langkah di sana
Anambas selalu di hati
Sabtu, 16 Mei 2020
Ramadhan,Engkau Tetaplah Istimewa
Engkau dinanti jauh sebelum masanya
Bersuka ria,bahagia tak hanya manusia
Segenap semesta pun mendamba
Berkahmu mengetuk langitNya
Memancarkan setelah kegersangan jiwa
Berkahmu membuka lembaran-lembaran bahagia di tengah duka
Ramadan,engkau tetaplah istimewa
Sebuah anugerah bagi semesta dari pencipta
Walau hadirmu tahun ini tak secerah mentari
Dalam lembaran langit
biru yang berlipat putih
Namun engkau tetaplah pelipur hati ditengah wabah corona di seluruh penjuru negeri
Ramadan,engkau tetaplah mulia
Karena menjalankan titahNya
Engkau hadirkan sujud - sujud panjang di rumah
Dengan sayup - sayup tilawah bergema
Dari mihrab di balik jendela
Suara imam yang tak dikenal sebelumnya
Melantun hampir di setiap rumah
Menambah cita rasa bagi keluarga
Hadirkan taqwa dari setiap jiwa
14 Mei 2020
Bersuka ria,bahagia tak hanya manusia
Segenap semesta pun mendamba
Berkahmu mengetuk langitNya
Memancarkan setelah kegersangan jiwa
Berkahmu membuka lembaran-lembaran bahagia di tengah duka
Ramadan,engkau tetaplah istimewa
Sebuah anugerah bagi semesta dari pencipta
Walau hadirmu tahun ini tak secerah mentari
Dalam lembaran langit
biru yang berlipat putih
Namun engkau tetaplah pelipur hati ditengah wabah corona di seluruh penjuru negeri
Ramadan,engkau tetaplah mulia
Karena menjalankan titahNya
Engkau hadirkan sujud - sujud panjang di rumah
Dengan sayup - sayup tilawah bergema
Dari mihrab di balik jendela
Suara imam yang tak dikenal sebelumnya
Melantun hampir di setiap rumah
Menambah cita rasa bagi keluarga
Hadirkan taqwa dari setiap jiwa
14 Mei 2020
Sabtu, 09 Mei 2020
DIPAKSA
Terkadang untuk menjadi baik memang perlu dipaksa. Perlu sesorang dan kondisi yang memaksa. Berat memang, tapi itu terasa di awal saja. Ketika sudah terbiasa, hal itu menjadi kenikmatan dan keasyikan tersendiri. Dari "dipaksa" yang diikuti dengan disiplin dalam pembiasaan, kita bisa melihat keajaiban-keajaiban yang akan terjadi. Misal ni, bagi yang nggak terbiasa bangun pagi,apalagi pada moment PSBB sekarang ini, semua aktifitas dilakukan dirumah, kita bisa merdeka bangun jam berapapun,karena nggak ada rutinitas pagi yang mendesak. Ketika kebiasaan bangun siang kita ubah,dan kita paksa dengan bangun lebih pagi,seakan badan tidak mau diajak kerjasama, kepala pusing, ngantuk,masih lemah dan lain lain. Namun percaya deh, itu hanya terjadi beberapa saat saja.Lewat pembiasaan rutin, bangun pagi akan menjadi kebiasaan yang asyik, karena disana kita memiliki waktu produktif lebih banyak,banyak hal positif yang bisa dilakukan. Banyak karya yang bisa dihasilkan.
Contoh lain ya, dalam kondisi saat ini WFH, Bekerja dan mengajar dari rumah. Pastinya, karena nggak bisa belajar tatap muka, mau tidak mau memaksa kita untuk melakukan pembelajaran daring, pembelajaran jaraj jauh. Sehingga kondisi itu akan memaksa kita belajar lebih untuk dapat melakukan proses pembelajaran dengan baik. Mengetahui media atau alat apa saja yang bisa dipakai untuk belajar daring. Media apa saja yang efektif dan murah. Bayangkan saja, dengan model daring seperti ini ketika kita nggak pandai memilah dan memilih media dan alat yang tepat, proses belajar daring maupun luring akan tidak maksimal. Karena tingkat ekonomi masyarakat dan peserta didik tidak sama. Guru yang awalnya masih terbiasa mengajar langsung, dengan tatap muka, harus mulai melek terhadap perkembangan teknologi dan dunia digital untuk memaksimalkan proses belajar dan mengajar dari rumah. Maka dari itu, menjadi pribadi pembelajar itu adalah suatu kepastian dan kewajiban. Bagi siapapun.
Contoh lain ya, dalam kondisi saat ini WFH, Bekerja dan mengajar dari rumah. Pastinya, karena nggak bisa belajar tatap muka, mau tidak mau memaksa kita untuk melakukan pembelajaran daring, pembelajaran jaraj jauh. Sehingga kondisi itu akan memaksa kita belajar lebih untuk dapat melakukan proses pembelajaran dengan baik. Mengetahui media atau alat apa saja yang bisa dipakai untuk belajar daring. Media apa saja yang efektif dan murah. Bayangkan saja, dengan model daring seperti ini ketika kita nggak pandai memilah dan memilih media dan alat yang tepat, proses belajar daring maupun luring akan tidak maksimal. Karena tingkat ekonomi masyarakat dan peserta didik tidak sama. Guru yang awalnya masih terbiasa mengajar langsung, dengan tatap muka, harus mulai melek terhadap perkembangan teknologi dan dunia digital untuk memaksimalkan proses belajar dan mengajar dari rumah. Maka dari itu, menjadi pribadi pembelajar itu adalah suatu kepastian dan kewajiban. Bagi siapapun.
Jumat, 08 Mei 2020
ASA
ASA
Aku rindu
Menderu dan penuh gemuruh
Hatiku disini terluka
Tetapi asa tetap mengangkasa
Sementara
Bunga dipekarangan begitu ceria
Bernyanyi riang karena indahnya semesta
Hingga kupu pun tak
ragu
Berlari mendatangi pesonamu
Rintik hujan pagi ini
Menghadirkan pelangi bertahta
Tiada semburat luka
Dengan langit yang tetap wibawa
Namun hati ini tak sepertimu
Menangis
Menyisakan sepi yang mengiris
Banyangan C19 seakan tak pernah habis
Meningggalkan harapan yang kian terkikis
Dengan persoalan baru yang kian berlapis
Berita duka para pahlawan Indonesia
Satu persatu bergantian memenuhi panggilan surga
Menyeret paksa ku hadir saat nafas terhenti
Dengan segunung dosa yang tak terhitung lagi
Padahal amal tak ada seujung jari
Kulangitku doaku
Ditengah duka yang menjadi musuh dunia
Ditengah wabah yang membuat semua kembali kerumah
Kuberharap semua akan baik – baik saja..
Bersua tanpa masker dan handsanitizer
Wahyu priyanti
30 April 2020
KEBIASAAN ORANG-ORANG SUKSES
1. Cerdas Ruhiyah/Rohani
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan paling mulia dibandingkan
makhluk lainnya. Kesempurnaan inilah yang menjadikan manusia menjadi makhluk
yang paling unik. Ia memiliki potensi yang lengkap, baik potensi untuk
melahirkan kemaslahatan maupun potensi untuk menciptakan bencana.
Kesempurnaan dan kemuliaan manusia itu akan mampu diperoleh ketika
manusia mampu memperlakukan 3 potensi yang diberikan Allah secara seimbang.
Potensi fisik yang memerlukan
pemeliharaan dengan cara memberi makanan yang bergizi, berolahraga dan
beristirahat dengan seimbang. Demikian juga dengan potensi akal yang juga
memerlukan pemeliharaan dengan caranya sendiri, yaitu dengan cara memberi
banyak informasi dan menggunakannya untuk memecahkan persoalan. Ibarat pisau,
akal perlu terus di asah agar tetap tajam dan mengkilat. Potensi yang ketiga
yaitu jiwa yang sering disebut juga ruhani, yang pada umumnya orang kurang
memikirkannya, padahal sesungguhnya ruhani merupakan salah satu unsur pokok
yang melengkapi kesempurnaan manusia. Bahkan ia lebih urgen dibanding unsur
lainnya, fisik dan akal pikiran. Karenanya ruhani bisa dianggap sebagai
pengendali dan penentu arah manusia. Bahkan lebih dari itu, ruhani bisa menjadi
daya dorong bagi aktivitas manusia.
Jika fisik sehat, dan pengetahuan juga ada namun jiwanya lemah dan malas
maka seseorang tidak akan berbuat sesuatu. Jika fisik nya sehat, cerdas akalnya
namun sakit jiwanya, maka tingkah lakunya potensial menciptakan bencana. Makin
sehat manusia dan makin pintar, jika tidak ditopang oleh ruhani yang lurus,
maka akibatnya lebih fatal lagi karena kerusakan yang ditimbulkan semakin
parah.
Namun sebaliknya walaupun fisiknya lemah, sakit tak berdaya tetapi
akalnya cerdas dan jiwanya hidup, ia mampu memberikan manfaat yang besar kepada
orang lain. Sebagai contoh seorang jenderal Sudirman, yang fisiknya lemah tak
berdaya namun ia masih mampu memimpin gerilya
perang. Di Palestina seorang T okoh Syekh Ahmad Yasin memiliki fisik
yang lumpuh, namun ia menjadi sosok perlawanan Yahudi dan menjadi salah satu
orang yang ditakuti orang Yahudi.
Ruhiyah yang sehat akan mampu mendorong manusia untuk beramal sholih,
ruhiyah yang sehat juga akan mampu memprkokoh jiwa manusia dalam menyikapi
berbagai peristiwa, ruhiyah yang sehat juga akan mampu menjadi tameng penyakiy
hati, serta ruhiyah yang sehat akan menjadikan generasi muda memiliki mental
yang baik.
Setelah kita memahami urgensi kecerdasan ruhiyah, pertanyaannya adalah
bagaimana kita bisa mendapatkan kesehatan ruhiyah/jiwa???
Ibadah sebagai sarana
Ibadah merupakan sarana kita sebagai manusia mampu memiliki kesehatan
ruhiyah. Ibadah merupakan tugas pokok manusia. Ia menjadi tujuan manusia
diciptakan oleh Allah di dunia. Sebagaimana Alah berfirman:
“ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembahKu” (Adz Dzariyat: 56)
Ibadah memiliki makna ketundukan yang paripurna, yaitu sikap tunduknya
seorang hamba kepada Allah SWT, dalam kehidupan ini,serendah-rendahnya.
Bagaimana cara seseorang tunduk kepada Allah, seseorang harus mengikuti apa
yang dituntunkan oleh-Nya. Ibadah bukan hanya untuk memenuhi perintah Allah,
tetapi untuk kepentingan hamba sendiri. Seorang hambalah yang mendapatkan
keuntungan dari ibadahnya, bukan Allah. Karena Allah adalah Dzat yang Maha
kuasa dan tidak membutuhkan ketaatan hambanya. Manusia mau taat, maupun
durhaka, Allah tidak diuntungkan dan tidak pula dirugikan.
Meskipun tujuan utama manusia adalah untuk beribadah kepada Allah, namun
ia bukan hanya tujuan akhir. Ia hanyalah tujuan antara, dimana tujuan yang
bersifat strategis adalah mendidik dan membina ruhani manusia agar mampu
menjadi orang yang bertaqwa. Dengan kata lain, ibadah adalah washilah (sarana)
pembinaan dan pendidikan ruhani (tarbiyah ruhiyah) yang ditetapkan oleh Allah
dan diperintahkan untuk diamalkan. Tujuannya, untuk menjadikan manusia
bertaqwa.Semua ibadah merupakan sarana yang dapat mengantarkan manusia pada
peningkatan ruhani.
2. Berbuat baik kepada orang tua
Keridhoan Allah berada dalam keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan
Allah berada dalam kemurkaan kedua orang tua. Betapa sangat mulia dan tinggi
derajat orang tua, sehingga Allah meletakkan ridhonya atas ridho orang tua
kepada anaknya.Ketika kita memahami makna hadits di atas, kita akan tahu dan
faham bahwa kunci sukses dan sengsaranya kita terletak pada ridho orang tua.
Bahkan, kesuksesan seorang anak tidak terlepas dari tangan –tangan orang tua
yang selalu mendoakan anaknya.Perbaikilah hubungan dengan ibu dan bapak,
senangkankanlah mereka dengan kebaikan kebaikan kita,sehingga riho orang tua
akan mendatangkan ridho dan rahmat dari Allah.
Dari Abdullah bin Mas’ud , dia berkata : Saya bertanya kepada
Rasulullah,” Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?Rasulullah
bersabda:, “Sholatlah tepat pada waktunya”. Saya bertanya, “Kemudian apa lagi?
Rasulullah bersabda, “Berbuat baik kepada kedua orang tua”. Saya bertanya
lagi?Rasulullah bersabda, Berjihad di
jalan Allah.” (HR Al Bukhori Muslim)
Ketika sukses berarti ketenangan hati karena dekatnya hubungan dengan
Allah, kelurusan sebuah orientasi. Maka kesuksesan adalah sebuah upaya, proses
melakukan sebab yang dapat mendatangkan ridho Allah dan menjadikan Allah
sebagai parameter dan orientasi utama.
3. Shodaqoh
Shodaqoh menjadikan hidup kita berkah (barokah). Barokah yang berarti
kebaikan yang selalu bertambah, mampu memberikan kemanfaatan yang lebih
besar.Shodaqoh yang dikeluarkan tidak harus menunggu kaya, namun dengan
shodaqoh kita menjadi kaya.Sebagaimana Allah menyatakan dalam ayatnya yang
intisarinya setiap infaq yang dikeluarkan manusia, Allah akan mengganti dengan
berlipat. Satu bulir melahirkan tujuh biji dan setiap biji menumbuhkan 100 pada
setiap bijinya. Subhanllah dari sana kita mampu melihat bahwa matematika Allah
sungguh luar biasa. Tiada makhluk yang mampu menandingi matematikan dan
perhitungan Allah. Perjanjian yang sangat menguntung dan perdagangan yang tidak
pernah membuat sang penjual rugi.Maka tidak salah, ketika shodaqoh menjadi
salah satu kebiasaan orang-orang sukses. Orang sukses meyakini bahwa,
sebaik-baik orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain, kebradaan
bagaikan pohon yang ampu meneduhkan orang didalamnya, bagai air bening yang
mengalirkan dan memancar keseluruhpenjuru dan menumbuhkan dan menyuburkan biji
biji di tanah. Kebaikan yang dia lakukan memberikan kebaikan yang berlipat dan
mampu menjadi motivator orang lain untuk berbuat baik. Kebaikan yang
menumbuhkan, bukan mematikan.Shodaqoh yang selalu di azzamkan untuk diberikan,
bukan hanya dengan harta yang dia berikan dengan ikhlas, namun dengan senyuman
dan setiap kebaikan yang menentramkan semua orang.
Sedekah yang baik dengan kepekaan kita memberikan sebelum di minta,
mendatangi orang yang membutuhkan sehingga mereka tidak tampak bagai orang yang
meminta minta sehingga kehormatanya terjaga. Allah berfirman dalam surat Al
Baqoroh : 271 yang artinya “ Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah
baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada
orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu....(Al
Baqoroh;271)
4. Mengendalikan Perubahan
Didunia ini tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri, sehingga
suka tidak suka, dirancang atau tidak kita rancang, kita akan menghadapi sebuah
perubahan dalam kehidupan ini.
Sering kali manusia tidak siap dengan sebuah perubahan, sukar untuk
berubah dan keluar dari zona nyaman. Terkadang mereka yang tidak siap dengan
perubahan, mereka sendiri yang akan jatuh, karena tidak mampu mengikuti
perubahan yang membawa sebuah perbaikan. Untuk menjadi manusia yang lebih baik,
manusia harus berubah dan melakukan perbaikan diri, berjuang yang terkadang
kita harus mengalami penderitaan yang terkadang harus mengorbankan banyak
hal.Namun proses perjalanan hidup inilah yang menjadikan manusia memiliki
kepribadian yang lebih matang, tegar dan bijaksana dalam mengahdapi hidup.
Dan kita harus meyakini bahwa hidup ini adalah sebuah proses pendidikan
bagi manusia, dimana ketika kita mampu memaknai setiap proses dan perjalanan
hidup ini, manusia akan mampu menjadi orang yang sukses di dunia dan diakhirat.
Tips menyikapi perubahan
·
Menerima
apapun situasi atau krisis yang melanda kita. Kita tidak perlu melawan
perubahan tersebut. Pada kondisi ini yang terpenting adalah kita tahu cara
mengendalikan stres
·
Kita
harus senantiasa berharap, berfikir positif kepada Allah, memiliki keyakinan
bahwa segalanya indah pada massanya. Allah mengatakan bersama kesulitan itu ada
kemudahan.
·
Fokus
pada kekuatan dan peluang bukan pada kelemahan atau musibah yang kita hadapi.
Sikap ini akan mampu menuntun kita untuk dapat megatasi ketakutan dan bergerak
keluar dari zona depresi menuju ke arah yang kita inginkan.
·
Kita
harus memiliki kemauan untuk belajar dari penaglaman. Mampu mengambil hikmah
dari perjalanan hidup kita dan orang lain. Dri sanalah kita akan menjadi orang
yang kaya dan semakin matang dalam menjalani hidup.
·
Mengembangkan
rasa sabar dan syukur atas musibah yang kita alami. Kesabaran yang melahirkan
daya tahan, kesabaran yang melahirkan keteguhan untuk tetap malngkah serta
berusaha menjalani jalan keluar terbaik dengan petunjuk dari Allah. Dan Allah
mengatakan bahwa, dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan
memberikan jalan dari arah yang tidak disangka.
·
Mengambil
sikap aktif untuk mengatasi krisis dan mengendalikan dan menjaga perubahan yang
membawa perbaikan.
5. Merancang masa depan
Merancang Masa hidup sangat berkaitan erat dengan manajemen strtaegis
manusia. Dalam manajemen perusahaan, perencanaan strategis dikatakan sebagai
suatu proses apa yang di inginkan oleh sebuah organisasi dimasa yang akan
datang serta bagaimana cara mencapainya. Jika konsep ini dibawa dalam menajemen
diri seseorang, maka manajemen strategis berarri suatu proses bagaimana
seseorang mengendalikan dan mengelola masa depan yang terbaik untuk dirinya
serta menetapkan langkah-langkah yang terbaik untuk mencapainya. Proses ini
melibatkan 3 hal penting yaitu: berbagai hal yang berkaitan dengan pilihan yang berkaitan dengan misi atau tujuan hidup,
tiindakan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan hidup dan bagaimana
memanfaatkan kekuatan dan kelemahan manusia berbagai peluang dan ancaman yang
kita hadapi.Manajemen diri strategis adalah upaya kita untuk secara terus
menerus mewujudkan visi dan misi hidup melalui rangkaian aksi dan tindakan yang
sesuai dengan kekuatan dan kelemahan maupun yang sesuai dengan berbagai peluang
dan ancaman yang senantiasa kita hadapi.
Visi yang kita rancang dn kita bangun harus senantiasa kita
visualisasikan dalam pikiran kita. Sehingga semakin lama gambaran yang jelas
tersebut tertanam kuat di dalam pikiran bawah sadar kita, yang pada gilirannya
akan mewujud ,menjadi sebauh realitas.
Dalam merancang dan membangun masa depan, ada 7 hal poko yang harus kita
perhatikan, yaitu:
a. Menetapkan secara jelas visi dan misi
hidup kita
b. Mengenali kekuatan dan kelemahan
kita, berbagai peluang dan ancaman yang kita hadapi
c. Menetapkan perencanaan strategis
(5-10 tahun) tentang apa yang kita inginkan dan bagaimana mencapainya
(strategic panning). Penting dalan hal ini membuat gambaran atau visualisasi
secara jelas dalam pikiran kita.
d. Menetapkan tujuan atau sasaran
berdasrkan jangka waktu tertentu 1-5 tahun ke depan (goal setting)
e. Membantu kerjasama tim dalam jaringan
kehidupan kita (keluarga, teman, rekan kerja ) untuk membantu pencapaian visi
misi kita.
f.
Senantiasa
fokus terhadap arah dan sasaran kita
(focus)
g. Senantiasa bekerja dengan cedas dalam
upaya pencapaian yujuan hidup kita.
Langkah-langkah untuk Menetapkan dan
Mencapai Sasaran Hidup
a. Langkah 1: Putuskan apa yang sangat
anda inginkan:
b. Langkah 2 :Tulis sasaran anda
tersebut
c. Langkah 3 : Tetapkan batas waktu
pencapaian sasaran tersebut
d. Langkah 4 : Buatlah daftar semua hal
yang harus anda lakukan untuk mencapai sasaran tersebut
e. Langkah 5: Susunlah daftar tersebut
menjadi sebuah rencana kegiatan
f.
Langkah
6 : Laksanakan segera rencana anda tersebut
g. Langkah 7 : Bertekadlah untuk
melakukan sesuatu yang dapat mendorong pencapaian sasaran anda setiap hari.
6. Mengelola Waktu
Stephen Covey menggunakan prinsip kuadran prioritas dalam upaya mengelola
waktu, antara apakah hal-hal tugas itu mendesak dan apakah tugas itu penting.
Dengan mengetahui tingkat urgensinya, kita akan mampu memprioritaskan, hal apa
yang dapat dilakukan lebih dulu, dan mana yang menjadi prioritas kedua, ketiga
dan lain sebagainya. Sesungguhnya mengelola waktu yang efektif menurut Stephen
Covey adalah memulai segala sesuatu dari tujuan akhir yang ada di pikiran kita
(“Begin With An End Mind). Dari kalimat singkat tersebut, maka sangat penting
bagi siapapun yang ingin sukses di dunia dan di akhirat adalah seberapa jelas
mereka mempunyai tujuan dalam hidup. Kemudian setelah memiliki tujuan yang
jelas, yakinkan bahwa kita mampu melaksanakan tugas dengan baik, mampu memanaj
waktu dengan efektif dan efisien, mind set yang positif akan memberikan reaksi
yang positif dan sebaliknya. Waktu juga akan menjadi lebih efektif dan efisien
manakala kita mampu bekerja sama, membangun tim yang solid dan kokoh. Sehingga
kerja yang jika dilakukan sendiri membutuhkan waktu lama dapat dikerjakan oleh
tim yang solid dalam waktu singkat dengan hasil yang lebih baik.
7. Manajemen emosi
Kemampuan kita dalam mengatur emosi dapat membantu kita meraih
kesuksesan. Kecerdasan kita dalam menata emosi, bersegara dalam emosi yang
sifatnya positif dan menginspirasi serta menahan emosi negatif, akan mampu
menjadikan kita sebagai pribadi yang kokoh, stabil. Disamping kemampuan kita
untuk mengendalikan emosi diri, kemampuan untuk mengenali emosi orang lain
serta kemmapuan memotivasi orang lain, akan menjadikan kita sebagai orang yang
sukses. Bukankah suses juga dikatakan sebagai upaya menjadikan orang lain agar
lebih sukses dan lebih baik dari dirinya. Seorang guru sukses adalah ketika ia
mampu menjadikan murid jauh lebih baik
dari dirinya atau dengan kualitas minimal sama dengan dirinya. Sehingga seorang
guru akan menjadi guru yang sukses bilamana ia mampu memotivasi dan
menginspirasi anak didiknya untuk lebih baik dengan didikan yang baik yang
berasal dari hati. Karena segala sesuatu yang keluar dari hati, akan diterima
dengan hati.
8. Fokus
Fokus pada tujuan dengan cara dan jalan yang dirihoi Allah, fokus pada
upaya memaksimalkan potensi –potensi
positif dan meminimalisir sifat –sifat negatif akan mampu menjadikan
pribadi kita menjadi pribadi yang sukses, memiliki karakter unggulan yang menjadikan kita layak menjadi
orang- orang yang sukses di dunia dan di akhirat.
9. Disiplin
Disiplin merupakan kunci penting dari banyak rangkaian kebiasaan di tas.
Disiplin diri berarti kemampuan kita untuk menundukkan diri kita sesuai aturan,
konsisten, yang menyebabkan dia harus keluar dari zona nyaman, sehingga hal-hal
itu menjadi kebiasaan bagi kita. Membutuhkan sebuah energi yang besar untuk
mendisiplinkan diri sendiri, karena kita yang memiliki hati dan pikiran.
Kedisplinan seorang muslim tercermin dari kebiasaan sholat yang telah memiliki
setiap waktunya. Sehingga, menjadi sebuah keharusan jika seorang muslim, harus
memiliki kemampuan menata waktunya dan mendisplinkan diri dengan
kebaikan-kebaikan dalam setiap detik dan menit. Kisah-kisah para sahabat,
hendaknya menjadi ibrah bagi seorang muslim untuk menjadi pribadi yang
disiplin. Kisah pasukan pemanah dalam perang uhud yang tidak disiplin sehingga
menjadikan munculkan banyak korban dalam perang, beralihnya pasukan kafir
Qurays sehingga menyerang pasukan muslim dari atas bukit, harusnya menjadi
sebuah ibroh, pentingnya sebuah kedisiplinan.
Kamis, 23 April 2020
UNTUKMU GURU
Guru, sebuah profesi yang sangat luar biasa berat.
Profesi yang bersentuhan dengan jiwa yang beragam dengan berbagai karakter dan
tabi’at. Guru yang kedudukan nya sangat mulia, tak kalah dengan kedudukan orang
tua. Sebagaimana yang disampaikan Iman Al Ghozali, Jika orang tua menjadi sebab
manusia lahir di dunia, sedang guru menjadi sebab bahagia dan sukses di dunia,
di alam kubur, hingga ke akhirat
Guru, yang tugasnya super berat.
Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat kepadNya, karena mereka bukan hanya
mentransfer pengetahuan, bukan hanya mengajar. Namun lebih dari itu, mereka
mendidik, mendidik karakter, membangun sebuah kepribadian, menguatkan
mentalitas, menggerakkan potensi yang terpendam dan memobilisasi semua
kemampuan untuk meraih kesuksesan. Dalam sebuah buku Super Murobbi, seorang
guru tak cukup hanya duduk diam, namun harus bangkit penuh keyakinan:
1. Menjadi pemimpin pembuka jalan, path
finding, sehingga murid-muridnya terobsesi untuk melejitkan potensi. Perlakukan
mereka apa adanya, maka akan membuat mereka semakin buruk. Perlakukan mereka
berdasarkan potensinya, maka akan membuat mereka semakin baik.
2. Menjadi Polisi penegak hukum dan
pengawas keamanan. Guru adalah panglima dalam kedisiplinan dan komandan dalam
tanggung jawab. “ Menunda beramal saleh guna menantikan kesempatan yang lebih
luang adalah termasuk kebodohan jiwa. (Al Hikam : 16)
3. Sesepuh bijak dalam bertindak, adil
dalam menghukumi, serius dalam menapaki peran, sabar dalam menjalani cobaan,
fokus dalam kebaikan dan berpengalaman dalam berbagai medan tantangan. Selalu
optimis, berfikir dan berjiwa besar, menutup masa lalu, menatap masa depan dan
meniti hari ini dengan penuh keyakinan.”Diantara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah
merujuk kepada aturan Allah sejak permulaan.” (Al Hikam: 24)
4. Rujukan dalam pengetahuan, pemandu
problem solving, inspirator dalam mencari solusi, pakar dalam manajemen,
terampil dalam olah skill, tepat dalam analisa, dan akurat dalam mengambil
pilihan darurat. “Tahu jalan masuk dan jalan keluar dari suatu perkara,
sesempit apa pun jalan yang tersedia.” (Amru bin Ash,r.a.)
5. Menjadi dirigen untuk mengorkrestrai
potensi, mengaransemen minat dan bakat menata kecenderungan dan meluruskan
keyakinan. Seorang guru mendesain baju serba guna untuk berbagai macam kitab,
besar maupun kecil.
Duhai sang guru, sang pelita dalam
gelap, sang pendidik dan pelurus sikap yang menyimpang,Tidak semua muridmu
hebat dan pintar,yang ketika di asah langsung berkilau dan tajam, kami perlu
banyak asahan agar kami bisa setajam yang diharapkan bahkan bisa lebih. Namun
guru yang hebat adalah yang bisa menginspirasi murid-muridnya agar lebih hebat
meski ia cacat dan penuh dengan keterbatasan, kekurangan dan kelemahan disana
sini.
Dan pada umumnya, kami yang berada
jauh dari perkotaan, kehidupan yang serba tersedia fasilitas sarana dan
prasarana memiliki banyak kekurangan. Memiliki banyak cacat disana sini. Cacat
fisik yang mungkin bawaan dari lahir, cacat hati karena terlalu banyak masalah
yang tak terselesaikan, baik itu masalah kami sendiri maupun masalah didalam
keluarga kami dirumah, cacatnya moral karena kurangnya didikan agama serta cacat finansial karena ketidak mampuan
dan ketidak berdayaan orang tua kami dalam menggerakkan tangan dan kakinya
karena usia yang telah renta.
Mari kita berkaca dari sejarah, bahwa
setiap orang mampu sukses dan berhasil ketika mereka mampu memaksimalkan semua
potensi, fokus akan kelebihan, serta meminimalisir kekurangan-kekurangan yang
ada. Sebagaimana disebutkan dalam tulisan Sholikhin Abu Izzudiin dalam Super
Murobbi bahwa:
Jalaluddin al Mahalli, tokoh ber
mazhab syafi’i, adalah penulis kitab tafsir jalalin. Pernah mengalami kendala
dalam berkarya, lemah dalam menghafal, pernah sakit demam serta pusing karena
beban berat dalam menghafal. Gagal menghafal tidak menyurutkannya untuk
berkarya.
Imam as Suyuthi. Dialah ulama besar
penelaah hadits, penulis asy syamail, kitab yang mengurai dengan amat teliti
kehidupan dan kebiasaan Nabi Saw. Namun beliau adalah tokoh yang lemah dalam
soal hitung menghitung. Kelemahan bukan alasan untuk berhenti berprestasi.
Imam Ibnu Taimiyah yang dikenal
fatwa-fatwanya, masyhur karya besarnya, penjara menjadi langganannya, usia
tujuh belas tahun sudah menjadi mufti negara, pakar dalam ilmu hadits, faqih
dalam fiqih, hebat dalam mengajar, tegas dalam berfatwa, namun beliau tidak
memiliki ilmu qiro’at tentang pembacaan Al Quran. Kekurangannya tak mengurangi
kegemilangannya.
Sejarah mencatat bahwa orang-orang
besar lahir dari inspirasi guru besar.
Wahai guruku, mari mensyurgakan peran
kita sebagai guru sebagaimana dalam buku super murobbi;
Faridhah Syar’iyyah. Thalabul ilmi
faridhatun ‘ala kulli muslimin. Menjadi pembelajar adalah kewajiban besar
orang-orang besar. Tak ada kebesaran tanpa pembelajaran. Belajar dulu baru
bicara. Belajarlah agar menjadi hebat, kata Malcolm Gladwell, bukan belajar
setelah menjadi orang hebat.
Hajatul basyariyah. Seorang guru lahir untuk misi besar kemanusiaan, membawa cahaya
kebenaran, melarang dari keburukan, menembus kebuntuan, mendobrak kebekuan dan
melompat pagar dari keterpurukan.
Fadha’ilul adhimah. Berbahagialah, inilah the greathest fadhillah. Kebahagiaan para guru
adalah saat menunjukkan yang tersesat, membuka hati yang tertutup, menggugah
mata jiwa yang terlelap, membuka tabir skill yang tertutupi, meluruskan arah
langka yang bengkok, menegakkan langkah pijak yang terseok seok, mengulurkan
tangan pertolongan pada yang terperosok, mengangkat potensi yang terpendam lalu
di gosok seindah batu giok.
Amal jariyah.
Inilah royalti yang bikin happy, pahala yang menggairahkan langkah, amal
unggulan yang tiada tandingan, tabungan yang membuat berbunga-bunga karena
tidak pernah tersedok oleh biaya administrasi, jejak kebaikan yang selalu
berkembang, dan meski hanya satu ilmu yang bermanfaat akan menjadi pahala
berlipat-lipat sampai hari kiamat.
Give the best get the best. Kita memanen apa yang kita tanam. Kaetika yang ditanam
adalah tunas yang bagus, disiram dan di pupuk dengan pupuk terbaik, maka
hasilnya insyaallah maksimal. Memberikan ilmu yang kita punya, tanpa sesuatupun
yang disembunyikan dan tanpa pilih kasih, akan memberikan kepuasan tersendiri
kepada seorang guru. Bahagianya seorang guru ketika mampu membuat murid lebih
baik dari dirinya. Allah akan memberikan balasan terbaik ketika kita sudah
memaksimalkan kinerja.
Kama tadiinu tudaanu.Sebagaimana engkau memperlakukan begitu pula engkau diperlakukan. Mereka
adalah cerminan kita, ketika kita becermin dalam keadaan indah dan baik, maka
pantulan itulah yang akan kita dapat. Segala sesuatu yang disampaikan dari hati
akan diterima oleh hati. Membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih baik,
membalas kejelekan dengan kebaikan, itulah yang akan mempesona mereka dan
mengambil hati, karena kebaikan itu mengikat.
Wahai guru, tugasmu yang begitu berat semoga akan terbalas dengan
kebaikan yang berlipat. Keikhlasanmu memberikan kami semangat untuk mengikutimu dan menambah
semangat bagi muridmu.Kesungguhan mematahkan ego dan keangkuhan ku dalam
belajar menggali ilmu mu.
Wahai guruku, semoga Allah selalu merahmatimu, memberikan kepadamu sebaik
baik balasan dari sisiNya. Terpujilah engkau wahai bapak dan ibu guruku.
Langganan:
Postingan (Atom)
Membangun Marwah Instansi Dunia Pendidikan Indonesia
Membangun Marwah Instansi Dunia Pendidikan Indonesia Wahyu Priyanti, S.Pd .,M.Pd.I ...
-
3. Melanosoid. Silahkan mempelajari buku sejarah halaman 37 tentang Melanosoid dan Silahkan di tonton video di atas. Setelah itu silah...
-
Silahkan dipelajari materi di atas, dicatat point yang penting. Setelah itu silahkan dikerjakan kuis dbawah ini. Terima kasih https://forms....
-
Assalamu'alaikum. Selamat pagi dan salam sukses untuk kita semua. Pada hari ini kita belajar terkait Terbentuknya kepulauan Indonesia. S...

