Sabtu, 16 Mei 2020

Jejak Petualangan di Sebuah Pulau dengan berjuta pesona
Akan selalu rindu untuk kembali dan menjejakkan langkah-langkah di sana
Anambas selalu di hati

Puisi Cinta dan Perjuangan



Tak sabar menanti hadirmu
Mengispirasi untuk terus berjuangan atas nama cinta

Ramadhan,Engkau Tetaplah Istimewa

Engkau dinanti jauh sebelum masanya
Bersuka ria,bahagia tak hanya manusia
Segenap semesta pun mendamba

Berkahmu mengetuk langitNya
Memancarkan setelah kegersangan jiwa
Berkahmu membuka lembaran-lembaran bahagia di tengah duka

Ramadan,engkau tetaplah istimewa
Sebuah anugerah bagi semesta dari pencipta

Walau hadirmu tahun ini tak secerah mentari
Dalam lembaran langit   
biru yang berlipat putih
Namun engkau tetaplah pelipur hati ditengah wabah corona di seluruh penjuru negeri

Ramadan,engkau tetaplah mulia
Karena menjalankan titahNya
Engkau hadirkan sujud - sujud panjang di rumah
Dengan sayup - sayup tilawah bergema
Dari mihrab di balik jendela

Suara imam yang tak  dikenal sebelumnya
Melantun hampir di setiap rumah
Menambah cita rasa  bagi keluarga
Hadirkan taqwa dari setiap jiwa



14 Mei 2020

Sabtu, 09 Mei 2020

DIPAKSA

Terkadang untuk menjadi baik memang perlu dipaksa. Perlu sesorang dan kondisi yang memaksa. Berat memang, tapi itu terasa di awal saja. Ketika sudah terbiasa, hal itu menjadi kenikmatan dan keasyikan tersendiri. Dari "dipaksa" yang diikuti dengan disiplin dalam pembiasaan, kita bisa melihat keajaiban-keajaiban yang akan terjadi. Misal ni, bagi yang nggak terbiasa bangun pagi,apalagi pada moment PSBB sekarang ini, semua aktifitas dilakukan dirumah, kita bisa merdeka bangun jam berapapun,karena nggak ada rutinitas pagi yang mendesak. Ketika kebiasaan bangun siang kita ubah,dan kita paksa dengan bangun lebih pagi,seakan badan tidak mau diajak kerjasama, kepala pusing, ngantuk,masih lemah dan lain lain. Namun percaya deh, itu hanya terjadi beberapa saat saja.Lewat pembiasaan rutin, bangun pagi akan menjadi kebiasaan yang asyik, karena disana kita memiliki waktu produktif lebih banyak,banyak hal positif yang bisa dilakukan. Banyak karya yang bisa dihasilkan.
Contoh lain ya, dalam kondisi saat ini WFH, Bekerja dan mengajar dari rumah. Pastinya, karena nggak bisa belajar tatap muka, mau tidak mau memaksa kita untuk melakukan pembelajaran daring, pembelajaran jaraj jauh. Sehingga kondisi itu akan memaksa kita belajar lebih untuk dapat melakukan proses pembelajaran dengan baik. Mengetahui media atau alat apa saja yang bisa dipakai untuk belajar daring. Media apa saja yang efektif dan murah. Bayangkan saja, dengan model daring seperti ini ketika kita nggak pandai memilah dan memilih media dan alat yang tepat, proses belajar daring maupun luring akan tidak maksimal. Karena tingkat ekonomi masyarakat dan peserta didik tidak sama. Guru yang awalnya masih terbiasa mengajar langsung, dengan tatap muka, harus mulai melek terhadap perkembangan teknologi dan dunia digital untuk memaksimalkan proses belajar dan mengajar dari rumah. Maka dari itu, menjadi pribadi pembelajar itu adalah suatu kepastian dan kewajiban. Bagi siapapun.

Jumat, 08 Mei 2020

ASA


ASA

Aku rindu
Menderu dan penuh gemuruh
Hatiku disini terluka
Tetapi asa tetap mengangkasa
Sementara
Bunga dipekarangan begitu ceria
Bernyanyi riang karena indahnya semesta
Hingga  kupu  pun  tak ragu
Berlari mendatangi pesonamu
Rintik hujan pagi ini
Menghadirkan pelangi bertahta
Tiada semburat luka
Dengan langit yang tetap wibawa
Namun hati ini tak sepertimu
Menangis
Menyisakan sepi yang mengiris
Banyangan C19 seakan tak pernah habis
Meningggalkan harapan yang kian terkikis
Dengan persoalan baru  yang kian berlapis
Berita duka para pahlawan Indonesia
Satu persatu bergantian memenuhi panggilan surga
Menyeret paksa ku hadir saat nafas terhenti
Dengan segunung dosa yang tak terhitung lagi
Padahal amal tak ada seujung jari

Kulangitku doaku
Ditengah duka yang menjadi musuh dunia
Ditengah wabah yang membuat semua kembali kerumah
Kuberharap semua akan baik – baik saja..
Bersua tanpa masker dan handsanitizer


Wahyu priyanti
30 April 2020

KEBIASAAN ORANG-ORANG SUKSES



1.      Cerdas Ruhiyah/Rohani
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan paling mulia dibandingkan makhluk lainnya. Kesempurnaan inilah yang menjadikan manusia menjadi makhluk yang paling unik. Ia memiliki potensi yang lengkap, baik potensi untuk melahirkan kemaslahatan maupun potensi untuk menciptakan bencana.
Kesempurnaan dan kemuliaan manusia itu akan mampu diperoleh ketika manusia mampu memperlakukan 3 potensi yang diberikan Allah secara seimbang. Potensi fisik yang  memerlukan pemeliharaan dengan cara memberi makanan yang bergizi, berolahraga dan beristirahat dengan seimbang. Demikian juga dengan potensi akal yang juga memerlukan pemeliharaan dengan caranya sendiri, yaitu dengan cara memberi banyak informasi dan menggunakannya untuk memecahkan persoalan. Ibarat pisau, akal perlu terus di asah agar tetap tajam dan mengkilat. Potensi yang ketiga yaitu jiwa yang sering disebut juga ruhani, yang pada umumnya orang kurang memikirkannya, padahal sesungguhnya ruhani merupakan salah satu unsur pokok yang melengkapi kesempurnaan manusia. Bahkan ia lebih urgen dibanding unsur lainnya, fisik dan akal pikiran. Karenanya ruhani bisa dianggap sebagai pengendali dan penentu arah manusia. Bahkan lebih dari itu, ruhani bisa menjadi daya dorong bagi aktivitas manusia.
Jika fisik sehat, dan pengetahuan juga ada namun jiwanya lemah dan malas maka seseorang tidak akan berbuat sesuatu. Jika fisik nya sehat, cerdas akalnya namun sakit jiwanya, maka tingkah lakunya potensial menciptakan bencana. Makin sehat manusia dan makin pintar, jika tidak ditopang oleh ruhani yang lurus, maka akibatnya lebih fatal lagi karena kerusakan yang ditimbulkan semakin parah.
Namun sebaliknya walaupun fisiknya lemah, sakit tak berdaya tetapi akalnya cerdas dan jiwanya hidup, ia mampu memberikan manfaat yang besar kepada orang lain. Sebagai contoh seorang jenderal Sudirman, yang fisiknya lemah tak berdaya namun ia masih mampu memimpin gerilya  perang. Di Palestina seorang T okoh Syekh Ahmad Yasin memiliki fisik yang lumpuh, namun ia menjadi sosok perlawanan Yahudi dan menjadi salah satu orang yang ditakuti orang Yahudi.
Ruhiyah yang sehat akan mampu mendorong manusia untuk beramal sholih, ruhiyah yang sehat juga akan mampu memprkokoh jiwa manusia dalam menyikapi berbagai peristiwa, ruhiyah yang sehat juga akan mampu menjadi tameng penyakiy hati, serta ruhiyah yang sehat akan menjadikan generasi muda memiliki mental yang baik.
Setelah kita memahami urgensi kecerdasan ruhiyah, pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mendapatkan kesehatan ruhiyah/jiwa???
Ibadah sebagai sarana
Ibadah merupakan sarana kita sebagai manusia mampu memiliki kesehatan ruhiyah. Ibadah merupakan tugas pokok manusia. Ia menjadi tujuan manusia diciptakan oleh Allah di dunia. Sebagaimana Alah berfirman:
“ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu” (Adz Dzariyat: 56)
Ibadah memiliki makna ketundukan yang paripurna, yaitu sikap tunduknya seorang hamba kepada Allah SWT, dalam kehidupan ini,serendah-rendahnya. Bagaimana cara seseorang tunduk kepada Allah, seseorang harus mengikuti apa yang dituntunkan oleh-Nya. Ibadah bukan hanya untuk memenuhi perintah Allah, tetapi untuk kepentingan hamba sendiri. Seorang hambalah yang mendapatkan keuntungan dari ibadahnya, bukan Allah. Karena Allah adalah Dzat yang Maha kuasa dan tidak membutuhkan ketaatan hambanya. Manusia mau taat, maupun durhaka, Allah tidak diuntungkan dan tidak pula dirugikan.
Meskipun tujuan utama manusia adalah untuk beribadah kepada Allah, namun ia bukan hanya tujuan akhir. Ia hanyalah tujuan antara, dimana tujuan yang bersifat strategis adalah mendidik dan membina ruhani manusia agar mampu menjadi orang yang bertaqwa. Dengan kata lain, ibadah adalah washilah (sarana) pembinaan dan pendidikan ruhani (tarbiyah ruhiyah) yang ditetapkan oleh Allah dan diperintahkan untuk diamalkan. Tujuannya, untuk menjadikan manusia bertaqwa.Semua ibadah merupakan sarana yang dapat mengantarkan manusia pada peningkatan ruhani.
2.      Berbuat baik kepada orang tua
Keridhoan Allah berada dalam keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan Allah berada dalam kemurkaan kedua orang tua. Betapa sangat mulia dan tinggi derajat orang tua, sehingga Allah meletakkan ridhonya atas ridho orang tua kepada anaknya.Ketika kita memahami makna hadits di atas, kita akan tahu dan faham bahwa kunci sukses dan sengsaranya kita terletak pada ridho orang tua. Bahkan, kesuksesan seorang anak tidak terlepas dari tangan –tangan orang tua yang selalu mendoakan anaknya.Perbaikilah hubungan dengan ibu dan bapak, senangkankanlah mereka dengan kebaikan kebaikan kita,sehingga riho orang tua akan mendatangkan ridho dan rahmat dari Allah.
Dari Abdullah bin Mas’ud , dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah,” Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?Rasulullah bersabda:, “Sholatlah tepat pada waktunya”. Saya bertanya, “Kemudian apa lagi? Rasulullah bersabda, “Berbuat baik kepada kedua orang tua”. Saya bertanya lagi?Rasulullah bersabda,  Berjihad di jalan Allah.” (HR Al Bukhori Muslim)
Ketika sukses berarti ketenangan hati karena dekatnya hubungan dengan Allah, kelurusan sebuah orientasi. Maka kesuksesan adalah sebuah upaya, proses melakukan sebab yang dapat mendatangkan ridho Allah dan menjadikan Allah sebagai parameter dan orientasi utama.
3.      Shodaqoh
Shodaqoh menjadikan hidup kita berkah (barokah). Barokah yang berarti kebaikan yang selalu bertambah, mampu memberikan kemanfaatan yang lebih besar.Shodaqoh yang dikeluarkan tidak harus menunggu kaya, namun dengan shodaqoh kita menjadi kaya.Sebagaimana Allah menyatakan dalam ayatnya yang intisarinya setiap infaq yang dikeluarkan manusia, Allah akan mengganti dengan berlipat. Satu bulir melahirkan tujuh biji dan setiap biji menumbuhkan 100 pada setiap bijinya. Subhanllah dari sana kita mampu melihat bahwa matematika Allah sungguh luar biasa. Tiada makhluk yang mampu menandingi matematikan dan perhitungan Allah. Perjanjian yang sangat menguntung dan perdagangan yang tidak pernah membuat sang penjual rugi.Maka tidak salah, ketika shodaqoh menjadi salah satu kebiasaan orang-orang sukses. Orang sukses meyakini bahwa, sebaik-baik orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain, kebradaan bagaikan pohon yang ampu meneduhkan orang didalamnya, bagai air bening yang mengalirkan dan memancar keseluruhpenjuru dan menumbuhkan dan menyuburkan biji biji di tanah. Kebaikan yang dia lakukan memberikan kebaikan yang berlipat dan mampu menjadi motivator orang lain untuk berbuat baik. Kebaikan yang menumbuhkan, bukan mematikan.Shodaqoh yang selalu di azzamkan untuk diberikan, bukan hanya dengan harta yang dia berikan dengan ikhlas, namun dengan senyuman dan setiap kebaikan yang menentramkan semua orang.
Sedekah yang baik dengan kepekaan kita memberikan sebelum di minta, mendatangi orang yang membutuhkan sehingga mereka tidak tampak bagai orang yang meminta minta sehingga kehormatanya terjaga. Allah berfirman dalam surat Al Baqoroh : 271 yang artinya “ Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu....(Al Baqoroh;271)
4.      Mengendalikan Perubahan
Didunia ini tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri, sehingga suka tidak suka, dirancang atau tidak kita rancang, kita akan menghadapi sebuah perubahan dalam kehidupan ini.
Sering kali manusia tidak siap dengan sebuah perubahan, sukar untuk berubah dan keluar dari zona nyaman. Terkadang mereka yang tidak siap dengan perubahan, mereka sendiri yang akan jatuh, karena tidak mampu mengikuti perubahan yang membawa sebuah perbaikan. Untuk menjadi manusia yang lebih baik, manusia harus berubah dan melakukan perbaikan diri, berjuang yang terkadang kita harus mengalami penderitaan yang terkadang harus mengorbankan banyak hal.Namun proses perjalanan hidup inilah yang menjadikan manusia memiliki kepribadian yang lebih matang, tegar dan bijaksana dalam mengahdapi hidup.
Dan kita harus meyakini bahwa hidup ini adalah sebuah proses pendidikan bagi manusia, dimana ketika kita mampu memaknai setiap proses dan perjalanan hidup ini, manusia akan mampu menjadi orang yang sukses di dunia dan diakhirat.
Tips menyikapi perubahan
·         Menerima apapun situasi atau krisis yang melanda kita. Kita tidak perlu melawan perubahan tersebut. Pada kondisi ini yang terpenting adalah kita tahu cara mengendalikan stres
·         Kita harus senantiasa berharap, berfikir positif kepada Allah, memiliki keyakinan bahwa segalanya indah pada massanya. Allah mengatakan bersama kesulitan itu ada kemudahan.
·         Fokus pada kekuatan dan peluang bukan pada kelemahan atau musibah yang kita hadapi. Sikap ini akan mampu menuntun kita untuk dapat megatasi ketakutan dan bergerak keluar dari zona depresi menuju ke arah yang kita inginkan.
·         Kita harus memiliki kemauan untuk belajar dari penaglaman. Mampu mengambil hikmah dari perjalanan hidup kita dan orang lain. Dri sanalah kita akan menjadi orang yang kaya dan semakin matang dalam menjalani hidup.
·         Mengembangkan rasa sabar dan syukur atas musibah yang kita alami. Kesabaran yang melahirkan daya tahan, kesabaran yang melahirkan keteguhan untuk tetap malngkah serta berusaha menjalani jalan keluar terbaik dengan petunjuk dari Allah. Dan Allah mengatakan bahwa, dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan dari arah yang tidak disangka.
·         Mengambil sikap aktif untuk mengatasi krisis dan mengendalikan dan menjaga perubahan yang membawa perbaikan.
5.      Merancang masa depan
Merancang Masa hidup sangat berkaitan erat dengan manajemen strtaegis manusia. Dalam manajemen perusahaan, perencanaan strategis dikatakan sebagai suatu proses apa yang di inginkan oleh sebuah organisasi dimasa yang akan datang serta bagaimana cara mencapainya. Jika konsep ini dibawa dalam menajemen diri seseorang, maka manajemen strategis berarri suatu proses bagaimana seseorang mengendalikan dan mengelola masa depan yang terbaik untuk dirinya serta menetapkan langkah-langkah yang terbaik untuk mencapainya. Proses ini melibatkan 3 hal penting yaitu: berbagai hal yang berkaitan dengan pilihan  yang berkaitan dengan misi atau tujuan hidup, tiindakan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan hidup dan bagaimana memanfaatkan kekuatan dan kelemahan manusia berbagai peluang dan ancaman yang kita hadapi.Manajemen diri strategis adalah upaya kita untuk secara terus menerus mewujudkan visi dan misi hidup melalui rangkaian aksi dan tindakan yang sesuai dengan kekuatan dan kelemahan maupun yang sesuai dengan berbagai peluang dan ancaman yang senantiasa kita hadapi.
Visi yang kita rancang dn kita bangun harus senantiasa kita visualisasikan dalam pikiran kita. Sehingga semakin lama gambaran yang jelas tersebut tertanam kuat di dalam pikiran bawah sadar kita, yang pada gilirannya akan mewujud ,menjadi sebauh realitas.
Dalam merancang dan membangun masa depan, ada 7 hal poko yang harus kita perhatikan, yaitu:
a.      Menetapkan secara jelas visi dan misi hidup kita
b.      Mengenali kekuatan dan kelemahan kita, berbagai peluang dan ancaman yang kita hadapi
c.       Menetapkan perencanaan strategis (5-10 tahun) tentang apa yang kita inginkan dan bagaimana mencapainya (strategic panning). Penting dalan hal ini membuat gambaran atau visualisasi secara jelas dalam pikiran kita.
d.      Menetapkan tujuan atau sasaran berdasrkan jangka waktu tertentu 1-5 tahun ke depan (goal setting)
e.      Membantu kerjasama tim dalam jaringan kehidupan kita (keluarga, teman, rekan kerja ) untuk membantu pencapaian visi misi kita.
f.        Senantiasa fokus terhadap arah dan sasaran kita  (focus)
g.      Senantiasa bekerja dengan cedas dalam upaya pencapaian yujuan hidup kita.
Langkah-langkah untuk Menetapkan dan Mencapai Sasaran Hidup
a.      Langkah 1: Putuskan apa yang sangat anda inginkan:
b.      Langkah 2 :Tulis sasaran anda tersebut
c.       Langkah 3 : Tetapkan batas waktu pencapaian sasaran tersebut
d.      Langkah 4 : Buatlah daftar semua hal yang harus anda lakukan untuk mencapai sasaran tersebut
e.      Langkah 5: Susunlah daftar tersebut menjadi sebuah rencana kegiatan
f.        Langkah 6 : Laksanakan segera rencana anda tersebut
g.      Langkah 7 : Bertekadlah untuk melakukan sesuatu yang dapat mendorong pencapaian sasaran anda setiap hari.
6.      Mengelola Waktu
Stephen Covey menggunakan prinsip kuadran prioritas dalam upaya mengelola waktu, antara apakah hal-hal tugas itu mendesak dan apakah tugas itu penting. Dengan mengetahui tingkat urgensinya, kita akan mampu memprioritaskan, hal apa yang dapat dilakukan lebih dulu, dan mana yang menjadi prioritas kedua, ketiga dan lain sebagainya. Sesungguhnya mengelola waktu yang efektif menurut Stephen Covey adalah memulai segala sesuatu dari tujuan akhir yang ada di pikiran kita (“Begin With An End Mind). Dari kalimat singkat tersebut, maka sangat penting bagi siapapun yang ingin sukses di dunia dan di akhirat adalah seberapa jelas mereka mempunyai tujuan dalam hidup. Kemudian setelah memiliki tujuan yang jelas, yakinkan bahwa kita mampu melaksanakan tugas dengan baik, mampu memanaj waktu dengan efektif dan efisien, mind set yang positif akan memberikan reaksi yang positif dan sebaliknya. Waktu juga akan menjadi lebih efektif dan efisien manakala kita mampu bekerja sama, membangun tim yang solid dan kokoh. Sehingga kerja yang jika dilakukan sendiri membutuhkan waktu lama dapat dikerjakan oleh tim yang solid dalam waktu singkat dengan hasil yang lebih baik.
7.      Manajemen emosi
Kemampuan kita dalam mengatur emosi dapat membantu kita meraih kesuksesan. Kecerdasan kita dalam menata emosi, bersegara dalam emosi yang sifatnya positif dan menginspirasi serta menahan emosi negatif, akan mampu menjadikan kita sebagai pribadi yang kokoh, stabil. Disamping kemampuan kita untuk mengendalikan emosi diri, kemampuan untuk mengenali emosi orang lain serta kemmapuan memotivasi orang lain, akan menjadikan kita sebagai orang yang sukses. Bukankah suses juga dikatakan sebagai upaya menjadikan orang lain agar lebih sukses dan lebih baik dari dirinya. Seorang guru sukses adalah ketika ia mampu menjadikan murid  jauh lebih baik dari dirinya atau dengan kualitas minimal sama dengan dirinya. Sehingga seorang guru akan menjadi guru yang sukses bilamana ia mampu memotivasi dan menginspirasi anak didiknya untuk lebih baik dengan didikan yang baik yang berasal dari hati. Karena segala sesuatu yang keluar dari hati, akan diterima dengan hati.
8.      Fokus
Fokus pada tujuan dengan cara dan jalan yang dirihoi Allah, fokus pada upaya memaksimalkan potensi –potensi  positif dan meminimalisir sifat –sifat negatif akan mampu menjadikan pribadi kita menjadi pribadi yang sukses, memiliki karakter  unggulan yang menjadikan kita layak menjadi orang- orang yang sukses di dunia dan di akhirat.
9.      Disiplin
Disiplin merupakan kunci penting dari banyak rangkaian kebiasaan di tas. Disiplin diri berarti kemampuan kita untuk menundukkan diri kita sesuai aturan, konsisten, yang menyebabkan dia harus keluar dari zona nyaman, sehingga hal-hal itu menjadi kebiasaan bagi kita. Membutuhkan sebuah energi yang besar untuk mendisiplinkan diri sendiri, karena kita yang memiliki hati dan pikiran. Kedisplinan seorang muslim tercermin dari kebiasaan sholat yang telah memiliki setiap waktunya. Sehingga, menjadi sebuah keharusan jika seorang muslim, harus memiliki kemampuan menata waktunya dan mendisplinkan diri dengan kebaikan-kebaikan dalam setiap detik dan menit. Kisah-kisah para sahabat, hendaknya menjadi ibrah bagi seorang muslim untuk menjadi pribadi yang disiplin. Kisah pasukan pemanah dalam perang uhud yang tidak disiplin sehingga menjadikan munculkan banyak korban dalam perang, beralihnya pasukan kafir Qurays sehingga menyerang pasukan muslim dari atas bukit, harusnya menjadi sebuah ibroh, pentingnya sebuah kedisiplinan.
















Kamis, 23 April 2020

UNTUKMU GURU


Guru, sebuah profesi yang sangat luar biasa berat. Profesi yang bersentuhan dengan jiwa yang beragam dengan berbagai karakter dan tabi’at. Guru yang kedudukan nya sangat mulia, tak kalah dengan kedudukan orang tua. Sebagaimana yang disampaikan Iman Al Ghozali, Jika orang tua menjadi sebab manusia lahir di dunia, sedang guru menjadi sebab bahagia dan sukses di dunia, di alam kubur, hingga ke akhirat
Guru, yang tugasnya super berat. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat kepadNya, karena mereka bukan hanya mentransfer pengetahuan, bukan hanya mengajar. Namun lebih dari itu, mereka mendidik, mendidik karakter, membangun sebuah kepribadian, menguatkan mentalitas, menggerakkan potensi yang terpendam dan memobilisasi semua kemampuan untuk meraih kesuksesan. Dalam sebuah buku Super Murobbi, seorang guru tak cukup hanya duduk diam, namun harus bangkit penuh keyakinan:
1.      Menjadi pemimpin pembuka jalan, path finding, sehingga murid-muridnya terobsesi untuk melejitkan potensi. Perlakukan mereka apa adanya, maka akan membuat mereka semakin buruk. Perlakukan mereka berdasarkan potensinya, maka akan membuat mereka semakin baik.
2.      Menjadi Polisi penegak hukum dan pengawas keamanan. Guru adalah panglima dalam kedisiplinan dan komandan dalam tanggung jawab. “ Menunda beramal saleh guna menantikan kesempatan yang lebih luang adalah termasuk kebodohan jiwa. (Al Hikam : 16)
3.      Sesepuh bijak dalam bertindak, adil dalam menghukumi, serius dalam menapaki peran, sabar dalam menjalani cobaan, fokus dalam kebaikan dan berpengalaman dalam berbagai medan tantangan. Selalu optimis, berfikir dan berjiwa besar, menutup masa lalu, menatap masa depan dan meniti hari ini dengan penuh keyakinan.”Diantara  tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah merujuk kepada aturan Allah sejak permulaan.” (Al Hikam: 24)
4.      Rujukan dalam pengetahuan, pemandu problem solving, inspirator dalam mencari solusi, pakar dalam manajemen, terampil dalam olah skill, tepat dalam analisa, dan akurat dalam mengambil pilihan darurat. “Tahu jalan masuk dan jalan keluar dari suatu perkara, sesempit apa pun jalan yang tersedia.” (Amru bin Ash,r.a.)
5.      Menjadi dirigen untuk mengorkrestrai potensi, mengaransemen minat dan bakat menata kecenderungan dan meluruskan keyakinan. Seorang guru mendesain baju serba guna untuk berbagai macam kitab, besar maupun kecil.

Duhai sang guru, sang pelita dalam gelap, sang pendidik dan pelurus sikap yang menyimpang,Tidak semua muridmu hebat dan pintar,yang ketika di asah langsung berkilau dan tajam, kami perlu banyak asahan agar kami bisa setajam yang diharapkan bahkan bisa lebih. Namun guru yang hebat adalah yang bisa menginspirasi murid-muridnya agar lebih hebat meski ia cacat dan penuh dengan keterbatasan, kekurangan dan kelemahan disana sini.
Dan pada umumnya, kami yang berada jauh dari perkotaan, kehidupan yang serba tersedia fasilitas sarana dan prasarana memiliki banyak kekurangan. Memiliki banyak cacat disana sini. Cacat fisik yang mungkin bawaan dari lahir, cacat hati karena terlalu banyak masalah yang tak terselesaikan, baik itu masalah kami sendiri maupun masalah didalam keluarga kami dirumah, cacatnya moral karena kurangnya didikan agama  serta cacat finansial karena ketidak mampuan dan ketidak berdayaan orang tua kami dalam menggerakkan tangan dan kakinya karena usia yang telah renta.
Mari kita berkaca dari sejarah, bahwa setiap orang mampu sukses dan berhasil ketika mereka mampu memaksimalkan semua potensi, fokus akan kelebihan, serta meminimalisir kekurangan-kekurangan yang ada. Sebagaimana disebutkan dalam tulisan Sholikhin Abu Izzudiin dalam Super Murobbi bahwa:
Jalaluddin al Mahalli, tokoh ber mazhab syafi’i, adalah penulis kitab tafsir jalalin. Pernah mengalami kendala dalam berkarya, lemah dalam menghafal, pernah sakit demam serta pusing karena beban berat dalam menghafal. Gagal menghafal tidak menyurutkannya untuk berkarya.
Imam as Suyuthi. Dialah ulama besar penelaah hadits, penulis asy syamail, kitab yang mengurai dengan amat teliti kehidupan dan kebiasaan Nabi Saw. Namun beliau adalah tokoh yang lemah dalam soal hitung menghitung. Kelemahan bukan alasan untuk berhenti berprestasi.
Imam Ibnu Taimiyah yang dikenal fatwa-fatwanya, masyhur karya besarnya, penjara menjadi langganannya, usia tujuh belas tahun sudah menjadi mufti negara, pakar dalam ilmu hadits, faqih dalam fiqih, hebat dalam mengajar, tegas dalam berfatwa, namun beliau tidak memiliki ilmu qiro’at tentang pembacaan Al Quran. Kekurangannya tak mengurangi kegemilangannya.
Sejarah mencatat bahwa orang-orang besar lahir dari inspirasi guru besar.
Wahai guruku, mari mensyurgakan peran kita sebagai guru sebagaimana dalam buku super murobbi;
Faridhah Syar’iyyah. Thalabul ilmi faridhatun ‘ala kulli muslimin. Menjadi pembelajar adalah kewajiban besar orang-orang besar. Tak ada kebesaran tanpa pembelajaran. Belajar dulu baru bicara. Belajarlah agar menjadi hebat, kata Malcolm Gladwell, bukan belajar setelah menjadi orang hebat.
Hajatul basyariyah. Seorang guru lahir untuk misi besar kemanusiaan, membawa cahaya kebenaran, melarang dari keburukan, menembus kebuntuan, mendobrak kebekuan dan melompat pagar dari keterpurukan.
Fadha’ilul adhimah. Berbahagialah, inilah the greathest fadhillah. Kebahagiaan para guru adalah saat menunjukkan yang tersesat, membuka hati yang tertutup, menggugah mata jiwa yang terlelap, membuka tabir skill yang tertutupi, meluruskan arah langka yang bengkok, menegakkan langkah pijak yang terseok seok, mengulurkan tangan pertolongan pada yang terperosok, mengangkat potensi yang terpendam lalu di gosok seindah batu giok.
Amal jariyah. Inilah royalti yang bikin happy, pahala yang menggairahkan langkah, amal unggulan yang tiada tandingan, tabungan yang membuat berbunga-bunga karena tidak pernah tersedok oleh biaya administrasi, jejak kebaikan yang selalu berkembang, dan meski hanya satu ilmu yang bermanfaat akan menjadi pahala berlipat-lipat sampai hari kiamat.
Give the best get the best. Kita memanen apa yang kita tanam. Kaetika yang ditanam adalah tunas yang bagus, disiram dan di pupuk dengan pupuk terbaik, maka hasilnya insyaallah maksimal. Memberikan ilmu yang kita punya, tanpa sesuatupun yang disembunyikan dan tanpa pilih kasih, akan memberikan kepuasan tersendiri kepada seorang guru. Bahagianya seorang guru ketika mampu membuat murid lebih baik dari dirinya. Allah akan memberikan balasan terbaik ketika kita sudah memaksimalkan kinerja.
Kama tadiinu tudaanu.Sebagaimana engkau memperlakukan begitu pula engkau diperlakukan. Mereka adalah cerminan kita, ketika kita becermin dalam keadaan indah dan baik, maka pantulan itulah yang akan kita dapat. Segala sesuatu yang disampaikan dari hati akan diterima oleh hati. Membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih baik, membalas kejelekan dengan kebaikan, itulah yang akan mempesona mereka dan mengambil hati, karena kebaikan itu mengikat.
Wahai guru, tugasmu yang begitu berat semoga akan terbalas dengan kebaikan yang berlipat. Keikhlasanmu memberikan kami semangat untuk mengikutimu dan menambah semangat bagi muridmu.Kesungguhan mematahkan ego dan keangkuhan ku dalam belajar menggali ilmu mu.
Wahai guruku, semoga Allah selalu merahmatimu, memberikan kepadamu sebaik baik balasan dari sisiNya. Terpujilah engkau wahai bapak dan ibu guruku.




Membangun Marwah Instansi Dunia Pendidikan Indonesia

Membangun Marwah Instansi Dunia Pendidikan Indonesia Wahyu Priyanti, S.Pd .,M.Pd.I                                                          ...