Tampilkan postingan dengan label Karyaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karyaku. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 16 Mei 2020
Senin, 09 Maret 2020
SURAU
TUA MENJADI SAKSI
Hai
anak muda
Yang
memiliki cita dan asa
Pengobar
panji dan risalah
Kebenaran
dan keimanan
Tanggung
jawab negeri ada dipundakmu
Tanggung
jawab agama juga ada di pundak dan hatimu
Saat
impian tak ada yang mampu menahan
Saat
semangat tak ada yang mampu mematahkan
Saat
cibiran tak akan pernah menyurutkan
Dan
saat ancaman akan semakin menguatkan
Surau
tua itu menjadi saksi
Tilawah
pengobar semangatmu
Tausiah
pelurus niatmu
Diskusi
panjang sebagai arah jejak langkahmu
Pagi
pagi yang masih sepi
Tak
seorang manusiapun hadir kecuali kau anak anak muda
Berjalan
kaki yang setiap langkahnya menjadi saksi
Ada
yang naik sepeda pancal yang setiap putaran rodanya menjadi hitungan amal nanti
Surau
tua itu menjadi saksi
Bahwa
kita pernah bersama melangkah sepenuh cita
Hingga
saat ini bertebaran dimuka bumi
APAKAH
LANGIT AKAN MENANGIS UNTUKKU
Saat
nya berbicara tentang diri kita
Bahwa
hidup kita ada mula dan memiliki akhir
Memiliki
batas yang manusia tak akan pernah tahu kapan waktunya
Namun
Saat
kita berbicara tentang hidup
Ingin
mengukir seperti apa akhir hidup yang kita inginkan?
Atau
sama sekali bayangan itu tak pernah hadir dalam diri kita
Apakah
harus menunggu jiwa hampir hilang baru kita tersadar?
Saat
berbicara tentang diri kita
Ingin
mengukir akhir yang seperti apa
Apakah
langit ikut menangis atau ia akan tertawa kehilangan
Apakah
bumi akan bersedih atau bumi pun ikut bersuka ria karena kita tiada
Dan
apakah lubang itu akan memberi lapang ketika kita datang
Apakah
langit akan menangis untukku?
Pasti
itu yang kumau
Namun
aku ragu apakah sujudku cukup untuk merayu
Apakah
tilawahku impas dengan banyaknya dosaku?
Doaku
melangit tak ragu untuk menuju
Mengharap
kasih sayang Sang Penguasa Alam
DARI
SANA SEMUA BERMULA
Tak
ada hari tanpa linangan air mata
Mengalir
deras menyerbu pertahanan jiwa
Tak
tertahan karena rapuhnya jiwa
Tertunduk
lemah tak ada daya
Malam
itu
Sepi
Banyak
orang,namun tak ada suara
Terhakimi
tak ada pembelaan lagi
Hanya
penuntut yang menghakimi
Oh
Tuhan
Dari
sana semua bermula
Rintihan
yang melahirkan linangan
Pergi
Menjauh
Berharap
terlupakan
Dengan
pengalaman baru
Dari
sana semua bermula
Dan
dari sana
Lelah
meratapi itu ada
Buang
kesedihan membangun harapan
Bangkitkan
keberanian hilangkan keputusasaan
Tuhan
Sekarang
aku bersyukur
Karenamu
semua terjadi
Jatuh
namun membangunkan
Patah
namun menyampbungkan
Sakit
yang tergantikan
Terima
kasih Tuhan
Langganan:
Postingan (Atom)
Membangun Marwah Instansi Dunia Pendidikan Indonesia
Membangun Marwah Instansi Dunia Pendidikan Indonesia Wahyu Priyanti, S.Pd .,M.Pd.I ...
-
3. Melanosoid. Silahkan mempelajari buku sejarah halaman 37 tentang Melanosoid dan Silahkan di tonton video di atas. Setelah itu silah...
-
Silahkan dipelajari materi di atas, dicatat point yang penting. Setelah itu silahkan dikerjakan kuis dbawah ini. Terima kasih https://forms....
-
Assalamu'alaikum. Selamat pagi dan salam sukses untuk kita semua. Pada hari ini kita belajar terkait Terbentuknya kepulauan Indonesia. S...

