Senin, 23 Februari 2026

Makna Gurindam Dua Belas Pasal Pertama Bait 1




Pasal Pertama

Bait 1 

Barang siapa tiada memegang agama

Sekali kali tiada boleh dibilangkan nama

Dalam buku ini menjelaskan bahwa Raja Ali Haji ingin menegaskan bahwa orang yang tidak mempelajari, meyakini, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam, tidak boleh dijadikan panutan dan tidak boleh dijadikan tauladan. Pembahasan ini berada pada pasal satu bait pertama, Raja Ali Haji ingin menekankan  bahwa yang paling utama dan pertama yang harus diperhatikan oleh manusia dalam hidupnya adalah memahami, meyakini,menghayati,dan melaksanakan ketentuan agama Islam. Itulah tugas dan atau kewajiban agar kita dapat menjadi manusia yang berguna yang namanya dapat disebut dan dijadikan sebagai panutan/tauladan. 


Minggu, 22 Februari 2026

Membangun Kesehatan Mental Gen Z di Era Digital




Generasi Z, yang tumbuh dan berkembang di tengah era digital yang serba cepat, menghadapi masalah kesehatan mental yang berbeda. Stres dan kecemasan meningkat karena ketidakpastian di seluruh dunia, tekanan akademik dan profesional, dan paparan informasi dan perbandingan sosial yang terus menerus melalui media sosial. Namun, terlepas dari kesulitan ini, ada banyak metode yang berguna yang dapat digunakan Gen Z untuk membangun dasar kesehatan mental yang kuat.

Membatasi dan Memilih Penggunaan Media Sosial

Media sosial memiliki banyak manfaat. Meskipun ia dapat membantu orang berhubungan satu sama lain, ia juga dapat menjadi sumber kecemasan, perbandingan, dan FOMO (Fear of Missing Out). Penting bagi Generasi Z untuk menyadari bagaimana media sosial memengaruhi emosi mereka. Batasi waktu layar harian dan kurasi akun yang diikuti. Pilih akun yang menginspirasi, mendidik, atau mendukung gaya hidup yang sehat daripada akun yang hanya menunjukkan sisi terbaik kehidupan orang lain.

Mengembangkan Batasan Diri (Boundaries)

Dalam era yang menuntut kita untuk selalu terhubung, penting untuk bisa berkata "tidak". Menetapkan batasan yang sehat, baik di dunia digital maupun kehidupan pribadi, adalah langkah penting. Ini bisa berarti menolak ajakan yang tidak sesuai dengan mood Anda, mematikan notifikasi telepon saat istirahat, atau dengan tegas menyatakan bahwa Anda membutuhkan waktu sendiri. Batasan ini mencegah pikiran dan energi Anda lelah.

Mencari Dukungan yang Tepat

Tidak ada orang yang harus menanggung kesulitan sendiri. Identifikasi teman dan lingkaran terdekat berupa dukungan sangat penting. Ini bisa berasal dari orang tua, teman, pendidik, atau bahkan dokter kesehatan mental. Salah satu tanda kekuatan adalah berani berbicara tentang perasaan, kekhawatiran, dan tekanan yang dirasakan. Banyak komunitas dan sarana menyediakan tempat aman untuk saling mendukung dan berbagi.

Menemukan Hobi dan Minat di Luar Ruang Digital

Menghabiskan waktu untuk kegiatan di luar layar dapat sangat bermanfaat. Mengembangkan minat atau hobi baru, seperti melukis, berolahraga, membaca buku, atau bermain musik, dapat menjadi bentuk "pelarian" yang bermanfaat. Aktivitas ini tidak hanya mengurangi stres, tetapi juga membantu kita belajar keterampilan baru dan menemukan kepuasan dari hal-hal yang tidak bergantung pada validasi online.

Mempraktikkan Keterampilan Mengelola Emosi

Meskipun emosi adalah hal yang normal, cara kita mengelolanya memengaruhi kesehatan mental kita. Praktik seperti menulis di jurnal, melakukan meditasi fokus, atau berlatih pernapasan dapat sangat membantu. Teknik-teknik ini membantu kita menjadi lebih sadar diri dan hadir. Teknik Teknik ini  juga membantu kita mengelola respons terhadap emosi negatif atau stres. Gen Z dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tekanan dengan belajar keterampilan ini.

Membangun kesehatan mental adalah perjalanan seumur hidup. Gen Z dapat mengambil kendali atas kesehatan mental mereka dan menjalani hidup yang lebih seimbang dan bahagia dengan menggunakan beberapa tips dan metode yang telah disebutkan. Mari sama sama berjuang menyehatkan mental dan hidup dengan penuh makna dan Syukur.

Menulis Bagi Kesehatan

Menulis Bagi Kesehatan
Wahyu Priyanti
Guru SMAN 15 Batam dan Mahasiswa Program Doktoral Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat




Menulis memiliki manfaat besar dalam bidang Kesehatan. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa dengan menulis dapat menjadi salah satu bentuk terapi sederhana yang mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan seseorang.

Menulis sebuah Terapi Emosional

Salah satu manfaat utama menulis adalah membantu menyalurkan dan mengelola emosi. Ketika kita menuliskan perasaan, pengalaman yang kita alamai, maka hal itu akan mengurangi beban mental kita yang dapat di sebut sebagai menulis ekspresif.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. James Pennebaker, seorang profesor psikologi di University of Texas, menulis tentang pengalaman emosional selama 15-20 menit setiap hari dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan mood, bahkan memperkuat sistem kekebalan tubuh.



Manfaat Menulis bagi Kesehatan Mental

Selain sebagai wadah penyaluran emosi, menulis juga dapat meningkatkan kesehatan mental secara umum. Berikut beberapa manfaatnya:

Mengurangi Kecemasan: Dengan menulis, seseorang dapat mengurai pikiran-pikiran yang mengganggu dan mengalihkan fokusnya ke hal yang lebih positif.
Meningkatkan Kesadaran Diri: Menulis jurnal atau catatan harian membuat seseorang lebih memahami dirinya sendiri, termasuk pola pikir dan kebiasaan yang memengaruhi kesehatannya.
Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus: Aktivitas menulis melatih otak untuk fokus, yang berpengaruh positif terhadap kinerja kognitif dan daya ingat.



Dampak Positif Menulis terhadap Kesehatan Fisik

Selain kesehatan mental, menulis ternyata juga berdampak pada kesehatan fisik. Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang rutin menulis tentang pengalaman atau perasaan mereka cenderung mengalami peningkatan sistem kekebalan tubuh, tidur lebih nyenyak, serta memiliki tekanan darah yang lebih stabil.

Bahkan, menulis juga dapat membantu dalam proses pemulihan penyakit kronis. Dengan menyalurkan emosi negatif atau kekhawatiran melalui tulisan, beban psikologis berkurang, sehingga tubuh lebih mudah beradaptasi dan pulih.


Tips Sederhana Memulai Kebiasaan Menulis
Bagi Kawan-kawan  yang ingin mencoba menulis sebagai bagian dari menjaga kesehatan, berikut beberapa tips mudah yang dapat dilakukan:

Mari luangkan waktu 10-15 menit setiap hari untuk menulis bebas.
Abaikan dulu tata bahasa atau struktur tulisan; fokuslah pada apa yang ingin Anda ungkapkan.
Gunakan jurnal, buku catatan, atau aplikasi digital sesuai kenyamanan Anda.
Tulislah tentang pengalaman, perasaan, harapan, atau bahkan hal-hal kecil yang Anda syukuri setiap hari.

Kesimpulan

Menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan kata-kata, melainkan sebuah bentuk terapi yang murah, mudah, dan efektif untuk meningkatkan kesehatan mental maupun fisik. Di tengah kesibukan hidup, meluangkan waktu sejenak untuk menulis dapat menjadi langkah sederhana yang membawa dampak besar bagi kesejahteraan kita. Jadi, jangan ragu untuk mulai menulis hari ini --- demi kesehatan diri Anda.









Tangisku

Karya : Wahyu Priyanti




Aku tak mau...tapi kau paksa

Aku menangis sampai tangisku meluap membabat nafsu serakah



Aku yang tak diterima

Terbuang percuma nafsu angkara

Sedih perih

Karena hadirku tak lagi dinanti,tapi dijauhi.



Tanah bagai fatamorgana

Penuh lautan pohon yang menangisi nasib pilu

Melihat reruntuhan rumah  jiwa yang telah hilang


Sedih tak ada rasa

Tangisan langit tak henti

Memburu jerat jerat jiwa-jiwa letih

Tanpa permisi tanpa sempat pamit

Aku menangis karena paksaan tanpa nurani






Sebait Untuk Palestina

Karya Wahyu Priyanti



Dari negeri ini aku rasa iri

Cintamu atas palestina  diberkahi



Syuhada dirindu syurga

Senyum pertanda akhir nyata

Dentuman bom menyibak azzammu

Ribuan peluru tak engkau hirau



Banjir darah,matinya raga tak putuskan asa

Aku melihatmu tetap berjuang

Meski kaki dan tangan hilang






Jurnal Syukur Bagi Kesehatan Mental


Jurnal Syukur Bagi Kesehatan Mental
Oleh : Wahyu Priyanti,S.Pd.,M.Pd.I
Guru SMAN 15 Batam dan Mahasiswa Program Doktoral Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat




Jurnal syukur merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam menjaga Kesehatan mental saat ini, baik bagi anak-anak, remaja, maupun orang tua. Dirtengah maraknya kasus stress yang berkepanjangan, kasus bunuh diri, bullying dan lain sebagainya.

urnal syukur ini membantu fikiran kita untuk berpindah dari zona negative ke zona yang lebih positif. Dari zona dengan pola piker kekurangan, beralih ke zona dengan pola pikir kelebihan, kekuatan, nikmat yang sudah dimiliki saat ini.

Jurnal syukur dapat kita usahakan dalam kondisi tenang dan bisa kita tuliskan dalam buku fisik maupun  buku digital yang kita miliki dengan meluangkan waktu setiap harinya. Secara konsisten kita tuliskan hal positif yang kita rasakan dengan penuh kejujuran.

Kita dapat menuliskan hal dan perasaan positif yang kita lalui hari ini dan merefleksi setiap kejadian dan peristiwa yang kita alami dengan mengambil nilai-nilai positif yang dapat kita syukuri.

Beberapa manfaat menulis Jurnal Syukur bagi Kesehatan mental antara lain:

1. Meningkatkan emosi positif

Menuliskan jurnal Syukur yang berisi nilai-nilai baik yang kita ambil, refleksi dari setiap peristiwa akan memberi makna positif dari setiap kejadian yang kita alami, baik posituf maupun negatif. Apalagi ketika kita menghubungkan dengan nilai-nilai agama. Maka jurnal Syukur akan cukup membantu kita dalam menghadirkan emosi, rasa yang positif.


2. Meningkatan daya tahan
Dengan memiliki emosi, rasa yang positif, akan membuat kita memiliki konsep diri positif sehingga membuat daya tahan kita juga positif. Tidak mudah patah ketika terjatuh, dan tidak rapuh ketika ujian menerpa.



3. Meningkatan kualitas tidur dan fisik
Praktik melakukan jurnal Syukur akan membantu memberikan kita ketenangan diri  dan ketenangan batin, sehingga ketika saat istirahat tidur, akan berkualitas sehingga Kesehatan fisik juga akan lebih baik.






Makna Gurindam Dua Belas Pasal Pertama Bait 1

Pasal Pertama Bait 1  Barang siapa tiada memegang agama Sekali kali tiada boleh dibilangkan nama Dalam buku ini menjelaskan bahwa Raja Ali H...